Saturday, January 25, 2014

1. Pengertian & makna: Manusia, sains, teknologi, seni


-         PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna keadaannya. Selain bentuk atau rupa yang paling baik dan sempurna, ia masih juga dibekali kemampuan akalnya. Ilmu pengetahuan (sains), teknologi, dan seni atau biasa disingkat IPTEK adalah salah satu contoh dari hasil olah pikiran atau akal manusia yang kemudian disebut dengan kebudayaan. Selanjutnya, sejalan dengan perkembangan umat manusia itu sendiri berbagai macam hasil-hasil kebudayaan manusia ini terus terus berkembang hingga kini. IPTEK sebagai salah satu hasil dari kebudayaan manusia itu juga terus berkembang, terlebih lagi pada era sekarang ini, dimana IPTEK telah mencapai tahapan perkembangan yang sangat spektakuler.
Dengan perkembangan IPTEK yang sangat pesat, segala persoalan yang tadinya sulit menjadi semakin mudah serta masalah yang tadinya berat menjadi semakin ringan dan lain sebagainya. Namun, meskipun ada beberapa kemudahan atau manfaat yang bisa kita peroleh dari kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut pada sisi lainnya ternyata IPTEK juga dapat membawa kita kepada hal-hal lain yang bersifat merusak (negatif).
Berikut akan dijelaskan lebih mendalam hubungan antara manusia, sains, teknologi dan seni dalam kehidupan manusia beserta dampak yang ditimbulkan baik positif ataupun negatif.


-         PEMBAHASAN


HAKEKAT DAN MAKNA SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI BAGI MANUSIA

Berdasarkan kajian filsafat ilmu, istilah IPTEK (ilmu, pengetahuan, teknologi) juga sering dibedakan secara terpisah atau sendiri-sendiri, karena masing-masing ketiga istilah itu dianggap memiliki bobot keilmiahan yang berbeda-beda.
Menurut pengertian ini, pengetahuan merupakan pengalaman yang bermakna dalam diri tiap orang yang tumbuh sejak ia dilahirkan. Oleh karena itu, manusia yang normal, sekolah atu tidak sekolah, sudah pasti dianggap memiliki pengetahuan. Pengetahuan dapat dikembangkan manusia karena dua hal :
•      Pertama : Manusia mempunyai bahasa yang dapat mengomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut;
•      Kedua :  Manusia mempunyai kamampuan berpikir menurut suatu alur pikir tertentu yang merupakan kemampuan menalar. Penalaran merupakan suatu proses berpikir menurut suatu proses berpikir dalam menarik kesimpulan yang berupa pengetahuan.
Pengetahuan yang sifatnya acak perlu ditingkatkan lagi derajat atau bobot keilmiahannya sehingga berubah menjadi ilmu. Dengan demikian  pengetahuan yang bersifat acak serta terbuka itu dengan melalui proses yang cukup panjang, dapat diorganisasikan dan disusun menjadi bidang-bidang ilmu.
            Ilmu (sains) dapat diartikan sebagai pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, di mana pengetahuan tersebut selalu dapat dikontrol oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya. Berpijak dari pengertian ini, maka ilmu memiliki kandungan unsur-unsur pokok sebagai berikut:

•         Berisi pengetahuan (knowledge).
•         Tersusun secara sistematis.
•         Menggunakan penalaran.
•         Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain

Sedangkan berbicara masalah teknologi, dimana istilah teknologi sendiri sebenarnya sudah mengandung pengertian sains dan teknik atau engineering, sebab produk-produk teknologi tidaklah mungkin ada tanpa didasari adanya sains. Sementara itu, dalam sudut pandang budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains.
            Pada titik inilah kita berbicara tentang seni. Seni berasal dari bahasa Latin, yaitu ars yang berarti kemahiran. Secara etimologis, seni (art) diformulasikan sebagai suatu kemahiran dalam membuat barang atau mengerjakan sesuatu. Pengertian seni merupakan kebalikan dari alam, yaitu sebagai hasil campur tangan (sentuhan) manusia. Seni merupakan ekpresi jiwa seseorang yang hasil ekspresi tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni dan keindahan yang tercipta merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Dengan seni, cipta dan karya manusia, termasuk teknologi, di dalamnya mendapat sentuhan keindahan atau estetika.








-         KESIMPULAN

Sains secara umum dapat diartikan ilmu yang teratur (sistematik) yang dapat diuji atau dibuktikab kebenarannya, berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (misalnya: fisika, kimia, biologi). Sains juga diartikan sebagai suatu cabang ilmu yang mengkaji sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum dilandasi peradaban dunia modern. Sains merupakan suatu proses untuk mencari dan menemukan suatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakikat makhluk.
Konsep teknologi dapat diartikan juga segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara umum dapat dikatakan bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.
Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi bagaikan pohon tak berakar (science without technology has no fruit, technology without science has no root).  Jadi, fungsi sains di sini hanyalah mengoordinasikan semua pengalaman manusia dan menempatkannya ke dalam suatu sistem yang logis, sedangkan fungsi seni sebagai pemberi persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. Tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan seni memberi sentuhan estetik sebagai hasil budaya yang indah dari manusia.




2. Manusia sebagai objek & subjek teknologi


Berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan, sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan. Hal ini memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, antara lain:
1.       Dalam bidang pertanian, peternakan, dan perikanan:
-          Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor, alat pemotong dan penanam, alat pengolah hasil pertanian, dan alat penyemprot hama. Dengan alat-alat tersebut diharapkan manusia dapat menggunakan waktu dan tenaga lebih efektif dan efisien.
-          Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah, demikian juga dengan produksi pestisida dapat memungkinkan pemberantasan hama lebih berhasil, sehingga produksi pangan dapat ditingkatkan.
-          Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan. Dengan teknik  pemuliaan yang semakin canggih dapat ditemukan bibit unggul seperti jenis padi VUTW (varietas unggul tahan wereng), kelapa hibrida, ayam ras, ayam broiler, sapi perah, dan bermacam-macam jenis unggul lainnya.
-          Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buah-buahan yang besar serta tidak  berbiji
-          Teknologi pengolahan pascapanen, seperti pengalengan ikan, buah-buahan,daging, dan teknik pengolahan lainnya.
-          Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan manusia.

2.       Dalam bidang kedokteran dan kesehatan:
Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir, bermacam-macam obat, penggunaan, benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosis berbagai penyakit, sehingga berbagai penyakit dapat dengan segera disembuhkan, dan dapat menurunkan angka kematian dan mortalitas. Contoh obat yang mengandung unsur radioaktif adalah isoniazid yang mengandung c radioaktif, sangat efektif dan menyembuhkan penyakit TBC.
3.       Dalam bidang telekomunikasi:
Manusia telah membuat televisi, radio, telepon yang dapat digunakan untuk  berkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat manusia dapat memperoleh informasi dari daerah yang sangat jauh, sehingga penggunaan waktu sangat efisien.
4.       Dalam bidang pertahanan dan keamanan:
 Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat canggih, sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik. Sayangnya senjata itu digunakan secera semena-mena.

Manusia Sebagai Subjek & Objek IPTEK

Manusia merupakan asal terciptanya IPTEK, oleh karena itu manusia disebut sebagai Subjek IPTEK. Manusia dengan ilmu pengetahuan yang ia miliki terus melakukan pengamatan dan analisis untuk menemukan idea tau gagasan yang dapat mempermudahkan manusia dalam melakukan kegiatannya dalam kehidupan sehari-hari. Ide atau gagasan tersebut dituangkan manusia dalam teknik/cara atau benda-benda yang dapat digunakan manusia-manusia lainnya untuk memudahkan kehidupan mereka.

Manusia juga disebut sebagi Objek IPTEK sebab manusia adalah pengguna dari IPTEK tersebut (yang telah diciptakan manusia). sehingga dapat disimpulkan bahwa manusia membuat IPTEK untuk manusia itu sendiri dan manusia-manusia lainnya.

Kesimpulan:
Sains dan teknologi sendiri sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Mereka memiliki peranan penting yaitu membantu meringankan masalah yang dihadapi manusia. Sains dan teknologi saling terkait satu sama lain ( tidak terpisah). Hal ini dapat diperjelas dengan teknologi yang mana ia akan berubah sifatnya jika tidak dibarengi dengan ilmu sains. Sudah menjadi sifat dasar teknologi yang egois dimana ia selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik dari yang lain. Kemajuan Teknologi yang tidak terkendali sering kali berakibat pada pengrusakan lingkungan. Begitu pula dengan ilmu pengetahuan sains. Kemajuan sains tergantung dari perkembangan alatnya. Sains tidak akan berkembang, jika alat – alat yang digunakan masih monoton. Padahal untuk menciptakan sesuatu, diperlukan alat yang canggih pula agar hasil yang didapat maksimal. Itulah mengapa sains dan teknologi sangat erat hubungannya. Masing – masing dari mereka memiliki fungsi yang berbeda. Fungsi ini jika dipadukan, akan menghasilkan penemuan yang luar biasa.

Berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan, sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan. hal ini memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dengan lebih efisien dan efektif. dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapatdimanfaatkan dalam berbagai bidang. Teknologi dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan manusia sebaliknya dapat berdampak negative berupa ketimpangan-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat kehancuran alam semesta. Netralitas teknologi dapat digunakan untuk kemanfaatan sebesar-besamya bagi kehidupan manusia dan atau digunakan untuk kehancuran manusia itu sendiri.



3. DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK PADA KEHIDUPAN

Dampak langsung dari kemajuan IPTEK adalah kemudahan-kemudahan dalam beraktifitas. Memang IPTEK diciptakan dengan tujuan untuk memberikan berbagai kemudahan dan memperingan beban pekerjaan manusia yang tadinya sangat melelahkan menjadi ringan. Namun, dampak negatif dari kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, dapat mengakibatkan masyarakat semakin terbuai, karena mereka hampir tak sadar bahwa ternyata dirinya telah berada dalam situasi pola hidup konsumtif, hedonistik, dan materialistik.
Dampak negatif lain akibat penyalahgunaan IPTEK pada kehidupan dibeberapa bidang diantaranya :
a.     Bidang informasi dan komunikasi
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
1). Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
2). Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu.

b.      Bidang sosial dan budaya
Kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek budaya seperti:
Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani.” dll

c.       Bidang pendidikan
Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Dll

d.      Bidang Kesehatan
        Keberhasilan mengatasi penyakit,.terutama penyakit menular, menyebabkan angka kematian (mortalitas) menurun, sehingga populasi penduduk terus meningkat. Akibatnya manusia lanjut usia yaitu manusia yang usianya lebih dari 60 tahun dan disebut lansia, makin hari makin banyak juga.

Di satu sisi, IPTEK secara positif telah mendatangkan rahmat, dalam arti dapat meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Oleh karena itu, ada pihak yang menyatakan bahwa IPTEK menjadi ”tulang punggung kesejahteraan”. Namun di sisi lain, seperti dapat kita amati dalam kehidupan, penerapan, dan pemanfaatan IPTEK itu juga telah membawa dampak negatif atau membawa laknat dalam bentuk munculnya masalah lingkungan, seperti pencemaran, kekeringan, banjir, tanah longsor, dan kenaikan suhu udara global.
Oleh karena itu, kita sebagai umat manusia tentunya harus penuh kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menerapkan dan memanfaatkan IPTEK, yakni yang sesuai dengan asas-asas keserasian, keseimbangan, maupun kelestarian. Dengan demikian, kehidupan di bumi ini akan tetap berjalan secara seimbang dan lestari.



4. PROBLEMATIKA PEMANFAATAN IPTEK
DI INDONESIA

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tertinggal jauh dan sangat memprihatinkan dibanding Negara-nehara Eropa dan Amerika Serikat bahkan pula di Negara-negara Asia misalnya Jepang dan China. Hal ini disebabkan oleh :
1.    Rendahnya kontribusi IPTEK nasional di sektor produksi. Hal ini antara lain ditunjukkan oleh kurangnya efisiensi dan rendahnya produktivitas, serta minimnya kandungan teknologi dalam kegiatan ekspor.
Solusi: Tinggikan tingkat produksi dengan efisien dan mengikuti perkembangan teknologi masa kini untuk menunjang kegiatan ekspor, agar kontribusi dapat meningkat.
2.    Belum optimalnya mekanisme intermediasi IPTEK yang menjembatani interaksi antara kapasitas penyedia IPTEK dengan kebutuhan pengguna, masalah ini dapat dilihat dari belum tertatanya infrastruktur IPTEK, antara lain institusi yang mengolah dan menerjemahkan hasil pengembangan IPTEK menjadi preskripsi teknologi yang siap pakai untuk difungsikan dalam sistem produksi.
Solusi: Rekrutlah orang-orang yang ahli dibidang infrastruktur, demi mencapai manajemen yang lebih baik. Memperbaiki sistem di dalam institut yang berwenang.
3.    Lemahnya sinergi kebijakan IPTEK, sehingga kegiatan IPTEK belum sanggup memberikan hasil yang signifikan.
Solusi: Patenkan kebijakan IPTEK kepada pemerintah agar terciptanya sinergi yang kuat di dalam perkembangan IPTEK, sehingga dapat membuktikan hasil nyata yang berpengaruh terhadap perkembangan IPTEK di Indonesia.
4.    Masih terbatasnya sumber daya IPTEK, yang tercermin dari rendahnya kualitas SDM dan kesenjangan pendidikan di bidang IPTEK. Rasio tenaga peneliti Indonesia pada tahun 2001 adalah 4,7 peneliti per 10.000 penduduk, jauh lebih kecil dibandingkan Jepang sebesar 70,7.
Solusi:  Memperbanyak jumlah peminat dan memberi pencerahan tentang menariknya kehidupan di dalam IPTEK, kebutuhan akan SDM yang tinggi, masa depan yang gemilang, penilitian & inovasi-inovasi yang diharapkan, dll. Tingkatkan mutu pendidikan di bidang IPTEK agar terlahirlah sumber daya manusia mahir yang dapat membantu perkembangan IPTEK di Indonesia.

No comments:

Post a Comment